19 Juli 2021

Terpapar Covid 19 bersama suami ( 24 Juni 2021 - 7 Juli 2021)

Hai, kali ini aku mau berbagi pengalaman saat kami berdua, yaitu aku dan suami terinfeksi covid 19. Lalu anak- anak bagaimana? Puji Tuhan, saat kami mulai terinfeksi, anak-anak sedang liburan di rumah kakung dan Budhenya di Temanggung, jadi mereka aman. Dan lumayanlah, mengurangi kecemasan kami, karena mereka aman dari penyakit ini, dan kebetulan mereka juga enjoy berada disana. Ada mas dan mbaknya yang bisa jadi temen main yang handal, Budhenya dengan segala masakan dan cemilan yang enak-enak. 

Kesempatan ini juga kami mau mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang membantu dengan segala perhatiannya. Baik materiil dan spirituil.





Masih ada banyak lagi yang ngga sempet kefoto, terima kasih banyak.

Warga RT yang sangat baik, ngirimi kami makanan, lauk, buah, pesenin gas, nanyain kondisi dan segalanya.

Kakung, Budhe Maya, Pakdhe Eko, Mas Vian, Mba Citra dan pastinya Uti yang ikut jagain mereka dari surga. Budhe Maya yang masakin tiap hari, diribetin dua ponakan yang makannya banyak, hahaha...minta cemilan macem-macem. Mas Vi dan Mba Citra yang ngajakin mereka main selama mereka di sana selama 1 bulan. Beneran selama liburan mereka disana,hihihi...

Pakdhe Beni, Budhe Erna yang beliin herbal,masakin lauk yang tinggal dipanasin aja, jadi ngga repot masak, bawain sayuran, buah, susu dan banyak lagi.

Pakdhe Han dan Budhe Yuni yang dah beliin titipan special.

 

Lanjut ya, ke cerita inti saat terinfeksi covid-19 dari hari ke hari. Jadi awalnya di kantorku ada yang positif di minggu ke 3 di bulan Juni. Dari satu terpapar, lanjut beberapa staff berjatuhan. Akhirnya Sabtu tgl 19, kami Staff diminta untuk swab antigen. Yang positif harus isoman, yang negatif boleh masuk kantor. Sabtu tgl 19 Juni 2021, hasil swab antigenku negatif. Tetapi saat itu, kondisi imunku memang agak turun. Suami jg hari malam minggu sampai minggu sedang kurang enak badan karena Darting. Agak lumayan tensinya, sampai 160/90 kalau ngga salah. Oya, minggu tgl 20 ini, rencana mau jemput anak-anak pulang, tetapi karena suami darting, akhirnya batal jemput mereka. Puji Tuhan banget, kami batal jemput anak-anak hari ini. Senin dan selasa, tensi suami sudah normal, dah merasa baikan.

Rabu sore pulang kerja, badanku mulai ngga enak, mulai demam, suhu badan tinggi sampai 39 0C, cek saturasi SpO2 hasilnya 94. Duh jadi takut, ndelalah suami juga merasakan hal yang sama, meriang, suhu badan tinggi, pinggang pegel-pegel. Semalaman juga kami berdua sama- sama suhu badan tinggi, untung dirumah ada paracetamol, kami berdua minum, tetapi suhu badan tetap naik turun.

Day 1

Kamis pagi, 24 Juni 2021 kami berdua sepakat untuk periksa ke klinik langganan. Pagi ini aku muncul gejala batuk pilek. Suami tensinya sudah normal, hanya batuk dan demam. Setelah periksa dan screening, dokter menyarankan untuk swab antigen. Akhirnya kami berdua swab di klinik dan hasilnya kami berdua positif. Oke, tenang, kami berdua pasti bisa melalui ini, tetap semangat. Lalu kami diresepkan beberapa obat sesuai dengan gejala masing- masing dan multivitamin. Lah, kebetulan untuk antibiotik, klinik sedang kehabisan, maka kami harus mencari ke apotik di luar, ternyata harganya lumayan, sebutirnya kurleb 10.000. Setelah dari apotik, kami mampir sekalian ke puskesmas untuk melaporkan, lalu pulang ke rumah, lapor ke Bu RT lewat WA saja. Lalu Bu RT posting di WAG RT. Hampir semua warga memberikan dukungan, doa, dan perhatian. Puji Tuhan, terima kasih punya tetangga yang baik-baik.

Day 2

Di hari kedua ini, demamku sudah turun, batuk pilek masih,  masih bisa makan, tetapi rasa sudah ngga enak. Suami masih demam, batuk kering, boyok masih linu, makan juga sudah ngga enak rasanya. Tiap inget, kami selalu cek saturasi oksigen, pokoknya sesering mungkinlah. Di wanti-wanti ponakan perawat yang kerja di rumah sakit Telogorejo Semarang, saturasi di bawah 95% harus waspada, kalau bisa senam ( cari aja di utub, senam untuk penderita covid) buat naikin saturasi, kalau tetap ngga bisa naik dan saturasi 92% harus langsung ke IGD.

Day 3

Di hari ketiga pagi, aku sudah ngga demam sama sekali, batuk agak sakit di dada, pilek juga masih, kepala mulai terasa senut-senut pusing gitu, punggung dan pinggang mulai pegal-pegal dan linu gitu. Suami demamnya masih, batuknya kering, sakit juga di dada, badan juga ngerasa linu-linu, katanya berasa tulang-tulangnya dilepasin dari dagingnya. Seharian kami Cuma tidur-tiduran aja, lemes rasanya. Sore hari, aku ngerasa ngga bisa ngrasain rasa dan nyium apapun ngga ada baunya. Suami ngga ngalamin itu, tetapi dia malah indra perasanya kacau, air putih dia bilang rasanya manis, lah kayak iklan dong... “kayak ada manis-manisnya”. Suami mulai susah makan, makan apa-apa rasanya ngga enak. Cuma kalau buah-buahan dia masih bisa makan.

Day 4

Rasanya ngga jauh beda dengan hari ke-4. Semakin ngga enak ajalah rasanya, kalau malam sulit tidur. Jadi badanku itu rasanya linu-linu njarem gitu, apalagi punggungku, kalau tiduran terus rasanya njarem, duduk kepala pusing, serba ngga enak. Sore hari aku diare, rasanya ngga karuan, lama banget di toilet, rasanya kayak mau lairan gitu mulesnya, sampai keringat dingin, bajuku sampai basah, lemes banget, krues-krues gitu. Suami lagi tiduran lemes gitu, aku mintain tolong buatin oralit ( browsing dia takarannya). Nah, ada untungnya aku anosmia, jadi oralit segelas yang rasanya ngga enak itu, tandas semua.

Day 5

Hari ini gejala masih sama dengan kemarin, cuma aku udah ngga diare, kemarin dibuatin oralit 2x sama suami. Batuk suami mulai sakit banget katanya, dahak ngga bisa keluar. Mulai sering senam pernafasan, biar batuknya ngga sakit-sakit banget. Hanya berani nafas pendek-pendek. Kalau batuknya kenceng, dadanya sakit banget. Duh, sedih banget deh kalau denger pas batuknya..hiks hiks..

Hari ini, 28 Juni si Kakak ulang tahun, duh sedih juga sebenarnya ngga bisa ngerayain bareng. Tapi Puji Tuhan, Budhenya udah nyiapin ultah sederhana dirumahnya, makasih banyak ya Budhe. Mau video call juga kami berdua masih ngga sanggup, takut pada liatin kondisi kami, apalagi kalo Kakung lihat, takutnya nanti malah kepikiran. Pokoknya udah wanti-wanti Budhe Maya, kalo kami baik- baik aja, jangan kuatir.

Day 6

Oya di lingkungan RT ini, yang terpapar juga lumayan banyak ada 9 yang barengan, tetapi kalau di lihat dari yang terpapar, sudah pasti bukan dari sini, tetapi dari aktivitas kami masing-masing di luar lingkungan RT, karena keluarga yang kena kebetulan ngga pernah saling ketemu. Pagi ini, kami berjemur ( oya, tiap pagi kami selalu berjemur sekitar 1 jam, sampai keringatan) sambil WA nan dengan tetangga yang sama-sama terpapar, kami memang sering bertukar kabar. Nah pagi ini, dapat kabar kalau Om Aryo ( damai dan bahagia bersama Bapa dan para kudusNya di surga ya Om ) dari kemarin nyari ambulance ngga dapat-dapat, padahal saturasi sudah jauh dibawah 92%, duh ikut bingung. Kami nawarin mobil untuk dipakai aja ke IGD, tetapi keluarga bingung, karena ngga ada sopir yang berani nganteri. Trus suami bilang, udah yuk anterin aja, toh kita sama-sama positif, ngga bakalan ketularan. Suami kutanyain, apakah sudah kuat nyetir? Semalem aja batuknya masih ngeri gitu. Wis gpp, pelan-pelan aja asal selamat sampai IGD RS. Kami tetap lapor ke RT kalau mau keluar rumah untuk nganter ke RS.

Day 7

Semalem suami batuk parah lagi, sampai dia pindah kamar biar ngga ganggu aku. Pagi ini dia baru cerita kalau semalem batuknya sakit banget, sampai dada sesak, tapi saturasi masih aman katanya. Duh, sedih banget..aku mulai melo disini, kayak nyalahin diri sendiri, karena aku yang bawa virus ini masuk ke rumah, nularin dia, dan sakitnya lebih parah dia daripada aku. Aku doanya, sembuhkanlah kami, pertemukan kami dengan anak-anak.

Day 8

Ganti bulan, 1 Juli 2021. Gejalaku sudah mulai membaik, tinggal batuk sama pilek aja, badan linu-linu sudah ngga sakit banget, indra perasa dan penciuman masih ngga bisa. Suami masih sakit batuknya, tetapi katanya sudah ngga sesakit kemarin. Intinya hari ini sudah lebih baik.

Day 9 - 14

Semakin hari, kami berdua semakin sehat, batuk dan pilek mulai mereda, tetapi kalau batuk memang paling lama sembuhnya. Oya, badan juga masih gampang capek, jadi kami melakukan kegiatan-kegiatan sehari-hari harus tau diri, jangan terlalu capek. 

Hari ke 14 tanggal 7 Juli 2021, masa isoman kami sudah selesai, Puji Tuhan kami semakin sehat, dan bisa melewati masa- masa sakit dengan aman, kami berdua bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan anak- anak. kangen banget rasanya ngga ketemu mereka selama 1 bulan. Kangen uyel-uyel mereka, godain mereka, masakin mereka, marahin mereka,hahaha...

Indra penciuman dan perasaku sudah pulih sekarang, aku agak lupa kapan mulai bisa nyium sama ngrasain, kayaknya sih memang bertahap...

Untuk semua yang udah baca curhatanku, terima kasih ya...ku doakan semoga semua selalu sehat.




16 April 2021

Happy 9th Birthday Kristo

 

Tanggal 14 April 2021 kemarin, Kristo, putra bungsu ku berulang tahun ke 9. Tak terasa sudah 9 tahun saja umurnya, sebentar lagi mau jadi ABG, hahaha...

Tapi ini anak kok rasanya masih imut aja, masih sering aku uyel-uyel, meskipun Bapaknya kadang bilang, anaknya sudah gede lho, jangan diperlakukan seperti anak bayi lagi..

Memang bener sih, si bungsu ini sudah semakin dewasa saja. Kalau dulu waktu jaman dia belum TK dan awal- awal masuk TK, kami berdua sering bertengkar, hampir setiap hari ribut aja, yang eyel-eyelan, kadang pun tabok-tabokan, entahlah rasanya kalau mau ngalah kok gimana gitu..hehe...sampai kadang Bapaknya pun ikutan menengahi

Tapi setelah masuk SD si bungsu ini kok sepertinya sudah mulai berubah, mau ngalah sama Ibunya, ngga pernah naboki Ibunya, tambah dewasa aja, kalau dia gemes sama Ibunya, paling Cuma gregetan aja, ngga sampai mukul...apa anak cowok gitu ya, ngga tega sama Ibunya, ngga mau nyakitin Ibunya, hihihi...

Kadang tuh ya, kalau aku gemes sama si bungsu, suka aku gigitin, dianya diem aja, hanya nahan sakit...eh, sebenernya aku gigitnya juga ngga beneran ding...Cuma gigit gemes aja.. habisnya setelah dia sekolah online yang sudah berlangsung selama 1 tahun lebih ini, berat badannya naik 6 kg dalam setahun, jadi tambah gembil dn gigitable pipinya...

Dia juga sebenernya sadar klo Ibunya itu gemes banget sama dia, kalau misal dia minta bantuan dariku, trus aku tanyain, Ibu dapat imbalan apa? Katanya boleh uyel-uyel dia sampe puas, hahaha...padahal Ibunya ngga bakalan puas uyel-uyelin dia..

Itu sekelebat cerita tentang si bungsu yang lagi Ultah,

Happy Birthday ya Boy...semua doa-doa yang baik selalu Ibu dan Bapak doakan untukmu, jadilah anak yang selalu baik, menjadi anak yang berguna untuk orang-orang disekitarmu...

Dan ingat, jika berbuat baik, janganlah mengharapkan imbalan, itu namanya perbuatan baikmu tidak tulus...


Oiya ulang tahun kali ini hanya dirayakan secara sederhana, cuma sama keluarga aja..Pagi hari, kebetulan kami ada dirumah Kakung, karena malam sebelumnya ada doa bersama mengenang 40 hari dipanggilnya Uti ke rumah Bapa. Karena Ibu harus masuk kerja, jadi pagi-pagi kami ber4 pulang ke Semarang. Pagi-pagi sempet tiup lilin bareng sama Kakung, habis itu kami berempat berangkat ke Semarang, tetapi mampir dulu ke makam Uti, untuk tabur bunga dan mendoakan.

Sore harinya, si bungsu hanya minta dirayakan dirumah dengan membeli ayam krispy yang besar dan juga es cream Sunday strawberry kesukaannya. Tau kan ya, beli dimana...

Kado pun juga dia hanya minta uang cash aja, untuk ditabung ke rekening tabungannya...karena saat ditanya mau kado apa, dia bingung, rasanya ngga pengen beli apa-apa

13 April 2021

Mengenang 40 Hari Ibu di Panggil Tuhan

 

Hari ini, 13 April 2021  tepat 40 hari yang lalu Ibu menghadap Bapa, malam ini adalah peringatan 40 hari perhitungan secara jawanya.

Ya, Ibu menghembuskan nafas terakhirnya tanggal 6 Maret 2021 yang lalu.

Sedih pasti, kehilangan pasti. Ibu menderita sakit sudah selama 1 tahun.

Satu tahun yang lalu, Ibu operasi kanker payudara, tepatnya tanggal 22 Februari 2020. Setelah operasi pengangakatan, Ibu menjalani kemoterapi dan juga radioterapi. Sekitar November 2020 kanker payudara dinyatakan sembuh dan bersih. Kami sekeluarga besar, senang bukan main. Harapan – harapan muncul agar Ibu bisa kembali menjalani aktivitas seperti sediakala. Akan tetapi, akhir Januari Ibu mengalami kesakitan di bagian perut kanan atas, setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa kemungkinan kanker sudah menjalr ke liver. Duh, sedih sekali...bahkan Ibu juga sering merasakan nyeri yang sangat di bagian livernya tersebut.

Yah, itu tadi cerita singkat sakitnya Ibu selama 1 tahun belakangan ini

Saat hari H meninggalnya Ibu, kami sekeluarga berusaha untuk tegar, sedikit mungkin untuk mengeluarkan air mata kami. Ya, kami keluarga inti, mencoba untuk saling menguatkan, agar kami semua bisa tegar menghadapi kepergian Ibu yang sangat kami sayangi dan kami cintai.

Dan mungkin akan terlihat seperti kami kok biasa saja ditinggal pergi Ibu. Ya, hal itu karena Bapak berulang kami mengatakan kepada kami, terutama anak- anak perempuannya, bahwa Ibu dipanggil Tuhan adalah suatu hal yang harus di amini, karena tujuan hidup kita adalah “pulang ke rumah Bapa”. Saat kita dipanggil-Nya, maka kita selayaknya berbahagia. Baiklah, kami mencoba untuk setegar mungkin menjalani seluruh prosesi pemakaman tanpa tangis yang menderu. Akan tetapi, pasti di dalam hati kami semua, kami sangat kehilangan sosok Ibu.

Kalau aku pribadi, rasanya sedih banget, apalagi saat sedang sendiri terkadang teringat Ibu, terkadang rasanya pengen nangis, tak jarang juga tiba-tiba mata sudah berlinang, tapi tetap harus ditahan, misal saat kerjaan di kantor tidak terlalu sibuk, saat sendirian di ruangan, bahkan terkadang saat nyetir kendaraan.

Yah, aku termasuk tipe orang yang melow, gampang nangis, gampang sedih...meskipun terkadang harus sekuat tenaga untuk menahannya. Mungkin yang ada di sekitarku bisa tau, jika tiba-tiba ngga ada hujan ngga ada angin, diem-diem trus tau-tau jadi kayak orang pilek, berarti aku habis nangis ditahan, hehe...gpp, pura-pura ngga tau aja ya..dah, diemin aja, ntar juga hilang sendiri air matanya.

Kadang juga aku sedih, sudah ngga ada lagi yang manggil aku dengan panggilan “NIN”, dulu Ibu sering panggil aku dengan panggilan itu, ya, hanya Ibu yang panggil aku begitu...kalau kakak laki-lakiku malah di panggil “NON” hehehe, mas inget ngga panggilan itu?

Sosok Ibuku itu, sukanya beli-beliin atau belanjain anak dan cucu-cucunya...kadang sampai ngga enak hati sendiri, jadi kalau mudik atau pulang ke rumah Ibu dan Bapak itu, berangkat mobil biasa aja, pulangnya pasti jadi penuh, hehe...banyak hal lagi yang sangat menyenangkan bersamanya

Sudah 40 hari, kami kehilanganmu... I miss U Mom

Terima kasih aku sungguh bahagia dan bangga menjadi anakmu selama 37 tahun ini, terima kasih sudah menjadi Ibu dan Uti yang terbaik buat kami, terima kasih sudah banyak hal yang kau ajarkan padaku, terima kasih kenangan-kenangan yang indah selama kita bersama.

Berbahagialah di surga, sungkem untuk simbah putri dan simbah kakung, serta saudara-saudara yang sudah terlebih dahulu dipanggil...

Kami semua menyayangimu....Love U Mom....



22 Desember 2020

Happy Mother's Day

 

Ibu, seseorang yang sangat berarti bagi kita.

Tanpa beliau, kita tidak akan lahir ke dunia

Dulu, saat belum menjadi Ibu juga, kadang kita sering merasa jengkel saat Ibu menasehati kita, memarahi jika kita berbuat salah, terkadang juga mengomel, hehe...

Bahagialah, jika Ibu kita sering ngomelin kita, itu tandanya Ibu memperhatikan kita...

Karena pandemi ini, bikin rasa kangenku itu seakan sudah sampe ke ubun-ubun. Tahu kenapa?

Yah, aku dan keluarga kecilku tinggal beda kota, sehingga tidak bisa bebas bertemu karena pandemi ini.

Karena aku masih aktif bekerja dan ketemu orang-orang dikantor, sehingga takut jika sering mengunjungi beliau, akan menjadi pembawa virus itu sendiri.

Sebenarnya kangen banget nget, tapi ya harus di tahan- tahan demi kebaikan semua, demi kesehatan beliau juga.

 

Oya, apa sih yang paling bikin kangen sama Ibu kalian?

Kalau aku, salah satunya adalah wangi asli dari aroma tubuh beliau yang tanpa parfum, ya..wanginya itu enak sekali..entahlah tidak ada yang menandingi.

Kapan hari itu, aku sadar akan hal ini, karena anak-anakku juga mengatakan hal yang hampir sama. Mereka kangen mencium bau ku saat baru pulang kerja, karena selama pandemi ini, jika pulang kerja maka aku akan langsung bersih-bersih dan mandi sebelum mendekati atau menyentuh mereka. Kalau dulu sebelum pandemi memang kadang nguyel-uyel mereka dulu baru mandi J

Selain itu, juga kangen banget pengen peluk-peluk Ibu, rasanya nyaman banget, empuk, hehe...

Cinta Ibu itu benar, sepanjang masa...mau anak-anaknya sudah berkeluarga pun, tetap tak lekang oleh waktu...

Love u so much Ibu Cicilia Rukmiyati


HAPPY MOTHER'S DAY 2020


24 Juni 2020

Banana Cake Lezat


Senin kemarin dapat kabar yang kurang mengenakkan...yah, kalau secara lebaynya nih, luka lama yang hampir kering, sobek kembali...hmmm, ngga enak banget ya?
Ya, gitu deh...sampai malamnya aku ngga bisa tidur nyenyak, sebenarnya pengen ngga mikirin sampe susah tidur gitu, tapi lha kok alam bawah sadarnya ngga bisa di ajak kompromi, padahal besok paginya harus rutinitas kerja seperti biasa..Bahkan sampe jam 2 dini hari pun, masih susah merem mata ini. Rasanya ngga enak banget, sampe saatnya bangun pun,tetap mata ini kok ngga ada rasa ngantuknya, cuma berharap saja nanti saat di kantor ngga oleng.

Sore pulang kerja, ditanyain sama Bapak, apakah masih kepikiran? Yah, memang masih tetapi saat dikantor tadi lumayan bisa di abaikan sedikit pikiran itu...

Setelah makan malam, lihat di meja masih ada sisa pisag ambon yang sudah mulai kematengan, punya ide, buat menyibukkan diri sebelum jam tidur malam, dibikin kue aja, siapa tau dengan harumnya kue bisa sedikit menghilangkan rasa gelisah itu.

Akhirnya mulai stalking IG dulu, nyari resep Banana Cake yang gampang dan enak. Nemu deh di IG nya Mba Inovpelawi, dengan sedikit 

Banana Cake

Bahan A :
  • 195 gr    Tepung Terigu Segitiga ( aku 200gr)
  • 1 sdt       Baking Soda
  • 1/2 sdt    Garam
  • 3/4 sdt    Cinnamon Bubuk ( aku skip)
Bahan B :
  • 3 buah    pisang overripe ukuran sedang, lumatkan
  • 115 gr    unsalted butter ( aku minyak sayur)
  • 60 gr      Gula Pasir
  • 2 butir    Telur
  • 1 sdt      Vanilla Extract ( aku vanili bubuk )
Topping sesuai selera ( aku chocochip, seadanya di rumah)

Cara Membuat :
  1. Ayak BAhan A
  2. Campurkan Bahan B dengan wisk tangan
  3. Masukkan bahan B ke bahan A, aduk hingga menyatu menggunkan spatula.
  4. Tuang adonan di loyang yang sudah di alasi baking paper, taburi topping
  5. Panggang selama 30-40 menit sampai matang.




Jadinya enak ini. lembut, wangi

Selama di panggang, wanginya enak banget, bisa membuat kegelisahanku sedikit memudar, meskipun sebenarnya juga ada andil si Bapak dalam menyemangati ku, meskipun beliau juga sama gelisahnya.. Tengkyu ya Bap.

Kita berdua pasti bisa melewati ini, semoga kita selalu dilindungiNya. Semua pasti akan indah pada waktunya. Hidup adalah sebuah proses. Dan Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatNya.

Tetap semangat dan semoga tidak berlarut-larut. Amin.



18 Juni 2020

Mie Babi Kecap


Hai, ketemu lagi...
Masih di suasana pandemi L

Jadi ini, ceritanya kangen makan mie ayam pinggir jalan yang sering kami berdua, aku dan suami beli saat belum ada virus “nakal” ini... Karena kami berdua sepakat untuk tidak jajan sembarangan, apalagi makan di tempat yang notabene pastinya ngga disterilkan setiap saat, dan pasti empet-empetan dengan pengunjung yang lain. Makannya aku coba bikin mie sendiri aja..Dulu sih pernah bikin mie ayam sendiri, lumayan  berhasil, semua orang rumah suka..yeaayy

Tapi dirumah lagi ngga punya stock daging ayam fillet, tapi adanya daging B2. Jadinya punya ide bikin Mie Babi aja...kebetulan juga punya minyak babi yang kubuat sendiri dari lemak babi.
Ini resepnya aku ngarang ya, tapi lumayan enak sih menurutku. ( lha iya, adanya itu..., hahahaha)


Mie Babi

Bahan Minyak :
  • Minyak babi ( buat sendiri dari lemak babi yang di masak dengan sedikit air sampai         muncul minyaknya.
  • Minyak bawang ( goreng bawang putih dengan minyak agak banyak, saring)

Bahan Toping Daging Babi Kecap:

  • ½ kg       Daging babi
  • 1 bh       bawang Bombay ukuran sedang
  • 6 siung  Bawang Putih
  • ½ sdt     Merica
  • 2 ruas    Jahe
  • 2 sdt      Garam
  • 5 sdm    Kecap Manis
  • 1 buah  Tomat Merah

Cara Membuat:

1.   Haluskan (uleg) bawang putih, merica, jahe, garam sampai halus . Bagi 2
2.   Ambil 1 bagian bumbu, campur dengan gading babi yang sudah di iris sesuai selera,      tambahkan kecap manis. Diamkan ( marinasi) kurang lebih ½ jam. Lebih bagus lagi buatnya malam, lalu disimpan di kulkas semalaman. Pagi baru dimasak
3.   Tumis 1 bagian bumbu yang telah dihaluskan sampai wangi
4.   Masukkan daging yang telah di marinasi, tambahkan air secukupnya sampai semua daging tenggelam.
5.   Masukkan tomat, masak sampai daging empuk. Koreksi rasa.
6.   Masukkan bawang bombay yang di cincang kasar.
7.   Masak hingga air sedikit menyusut. Usahakan ada sisa air kuahnya.


Kuah Bening :
  • -          2 siung Bawang Putih, cincang halus, tumis dengan sedikit minyak.
  • -          Tulang / daging yang ada lemaknya
  • -          Merica , Garam
  • -          Daun Bawang

Cara Membuat Kuah :
1.       Tumis bawang putih hingga harum.
2.       Masukkan daging berlemak / tulang, beri air secukupnya
3.       Masukkan merica dan daun bawang. Masak hingga mendidih.


Bahan Pelengkap :


  • -          Mie telur biasa, rebus
  • -          Sawi Caesin, rebus
  • -          Daun Bawang,iris tipis
  • -          Bakso
  • -          Kecap Manis, sambal

Cara penyajian:


  1.      Dalam Mangkok, campurkan 1 sdm minyak babi, 1 sdm minyak bawang, 2 sdm kuah babi   kecap, 1sdt kecap manis.    
  2.        Masukkan mie, campur hingga merata.
  3.        Beri topping daging babi, sawi, bakso    
  4.        Beri Kuah secukupnya



17 Juni 2020

Bersyukur di Tengah Pandemi Covid-19


Hai hai...apa kabar semua?
Bagaimana kondisi di kotamu?
Yah, sudah hampir 4 bulan kita semua menghadapi pandemi virus covid-19 ini...lama juga ya?
Adakah yang kangen mudik? Ketemu sanak saudara atau bahkan orang tua yang tinggal beda daerah dengan kita? Pastinya ya, kangen aja pake banget..bahkan Dilan aja mungkin juga ga akan kuat ( lah, apaan coba nyebut-nyebut Dilan segala...hahaha)
Adakah yang kangen jeng-jeng keluar kota? Ke pantai, ke gunung, ke mall...Arrggh semua rencana traveling banyak yang gagal pake total..
Sedih ngga sih? Sedih sebenernya kalau dipikir-pikir... tapi masak sih, kita harus berlarut-larut dengan kesedihan terus?
Daripada kita bersedih, lebih baik kita syukuri apa yang terjadi aja, pasti ada dong hal-hal baik, positif yang bisa kita ambil, kita syukuri dalam kondisi seperti sekarang ini?
Apa aja sih, kondisi-kondisi yang bisa kami syukuri?
1.       Masak tiap hari.
Dengan kondisi sekarang ini, dimana ketakutan bahwa virus “nakal” ini tuh bisa nempel dimana aja. Jadi kami sekeluarga berkomitmen untuk setiap hari makan masakan rumah. Jadi ngga ada acara makan diluar atau beli lauk matengan.
Positifnya, anggaran untuk makan jadi lebih hemat. ( Ibu-ibu pasti bahagia deh, kalau bisa ngirit gini,hahaha)

2.       Rosario penuh selama Bulan Mei
Ya, ini salah satu hal positif di keluarga kami, yang dulunya ngga pernah bisa full satu bulan berdoa Rosario di bulan Rosario. Bulan ini bisa ikut berdoa Rosario Online bersama Bapa Uskup seluruh Indonesia. Bahagia banget rasanya..

3.       Misa Online Tiap Pagi
Bulan Juni ini, kami mulai ikut Misa Harian Online tiap pagi. Ini juga suatu hal yang membahagiakan bagi kami.

4.       Hidup Lebih Bersih
Ya, kami memiasakan diri untuk selalu cuci tangan, kaki dan wajah setiap kali dari luar rumah. Apalagi kalau pulang kerja, langsung mandi ngga pakai mampir-mampir dulu...hahaha

5.       Hobi Nyobain Resep Baru
Karena jarang jajan diluar, maka harus sering- sering buatin cemilan dong buat yang dirumah.

6.       Pengeluaran BBM Lebih Irit
Hahaha gara- gara ngga pernah luar kota, pengeluaran untuk BBM dan piknik, aman di posnya...( Ibu seneng dong ya...)

Itu dulu aja deh, yang bisa kami sharingkan, nanti kalau ada lagi akan ditambahkan..
Pokoknya yang terpenting, di saat kita sedang mengalami kesusahan, pasti ada hal-hal kecil lain yang dapat kita syukuri, sekecil apapun itu. Dan hal itu akan membuat kita menjadi kuat.
Tetap semangat dan jaga kesehatan serta jalankan protokol kesehatan dimana pun kita berada, agar kita dapat saling menjaga.

11 Juli 2019

Happy 10th anniversary

Hari ini, tak terasa sudah 10 tahun kami mengucapkan janji pernikahan di hadapan Tuhan. Lama waktu 10 tahun disebut juga dasawarsa  atau dekade. Kalau menurut Wikipedia, arti dari Dasawarsa atau dekade adalah unit waktu yang terdiri dari 10 tahun. Jadi kalau 1 dasawarsa itu sama dengan 10 tahun, 2 dasawarsa berarti 20 tahun, begitu seterusnya.

Bila dalam suatu pernikahan, 1 dasawarsa itu bisa di bilang lama, bisa juga dibilang sebentar, tergantung kita sendiri menilainya.
Misalnya saat ini, kita ngomongin suatu hal ( misalnya akad kredit rumah) yang akan selesai 10 tahun kedepan, dan kita akan bayangin, wah 10 tahun lagi, pasti lama ya? Hmmm anak kita sudah berumur berapa ya?

Tetapi kalau mengingat 10 tahun yang lalu, misalnya pernikahan kami ini...kok, rasanya cepet ya? Ternyata kita sudah hidup bersama selama 10 tahun, kayaknya resepsi pernikahan baru kemarin deh? Ingatan saat sakramenpun, sepertinya baru kemarin ya? Hihihi..itu yang aku alami sih...kok 10 tahun kami hidup bersama ini rasanya cepet. Padahal kalau di ingat – ingat lagi per tahun juga banyak sekali kejadian dan pengalaman hidup kami, dari yang bahagia sekali, bahagia, biasa, sedih hingga sedih sekali.

Dalam jangka waktu ini, pastilah banyak sekali hal –hal yang kami alami bersama, benar-benar bersama. Karena kami jarang LDR-an. Bahkan suami belum pernah ninggalin istri tidur sendirian di rumah. Sendirian yang hanya seorang diri, selalu ada temennya yaitu anak, hehehe...itu juga paling lama semalam aja. Tapi kalau ditinggal di rumah orang tua atau mertua bermalam-malam pernah sih...

Semua pengalaman yang kami alami berdua selama 1 dasawarsa ini, entah yang suka ataupun yang duka membuatku semakin jatuh cinta padanya, cie cie... Kalau kata orang sih, suatu pernikahan yang bahagia itu jika bisa jatuh cinta berulang kali dengan 1 orang itu, yaitu suami atau istrinya sendiri...hmmm bener ngga sih? Benerin ajalah ya...

Oya, selama 10 tahun ini, banyak sekali hal-hal yang aku pelajari, dan hal ini menurutku banyak mengubah sifat atau sikap ku dalam menghadapi suatu hal...hmm bisa dibilang, aku belajar dari pengalaman hidupku, hehehe...dan juga pastinya pengaruh dari suami yang luar biasa sabarnya, cara pandangnya juga..banyak deh, hal – hal yang mengubahku semakin menjadi pribadi yang lebih baik dari pada 12 tahun yang lalu...


Selama 10 tahun ini, kami eh aku belajar apa saja?
  •           Belajar tidak egois

Saat punya anak, kebutuhan anak adalah yang terpenting daripada kita sendiri. Mengalah untuk kebaikan anak...
Dulu waktu mereka masih kecil, tidak sedikit hal – hal yang membuatku jengkel karena kelakuan mereka, dan pasti suami yang meredam kemarahanku dulu, jangan sampai terlampiaskan ke anak-anak secara langsung. Jangan sampai membentak mereka, karena hanya kesalahan kecil yang mereka buat yang tanpa mereka sadari. Apalagi kalau wanita kan kadang pms yah? Ada ngga yang kalau pms sukanya marah-marah ngga jelas? Aku terkadang kok gitu ya?

  •           Belajar saling menguatkan

Nah hal ini pernah terjadi pada kami, saat kami terpuruk akan suatu hal, entah karena pekerjaan, karena bisnis dan lain sebagainya, kami bisa saling menguatkan, meskipun kadang kita sendiri juga “sakit”, tetapi tetap harus saling menguatkan, entah dengan kata-kata ataupun sikap kita. Bagaimana kami berdua akan bersama mencari jalan keluarnya, bukan saling menyalahkan, toh sudah terlanjur terjadi, waktu tidak akan berputar kembali. Dan pasti Tuhan akan memberi jalan keluar yang baik, asal kita mau berusaha. Aku percaya, Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan kita.

  •           Belajar saling mengampuni

Ini pastilah ya dilakukan, kesalahan apapun itu, berusahalah untuk saling mengampuni..karena dalam Gereja Katholik, yang telah dipersatukan Tuhan dalam sakramen perkawinan, tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Dan di dalam kamus kami, tidak ada perceraian. Jadi, untuk bisa langgeng dalam perkawinan, hal ini mesti dilakukan lah ya...

  •           Belajar bersama dalam mendidik anak dengan habitus baru menurut Gereja Katholik

Nah, ini agak sulit..mendidik anak agar mereka bisa mengikuti “habitus baru” dalam Gereja Katholik
Apa itu “Habitus Baru” ? Ini adalah kebiasaan baru yang baik dalam keluarga, atau di mulai dari keluarga kecil kita.
Yakni salah satunya dalam menghidupi kebiasaan menuturkan ‘maaf’, ‘permisi’, ‘tolong’ dan ‘terima kasih’
Lalu berdoa bersama keluarga, kami baru bisa melakukan doa bersama yakni saat sebelum tidur, kami ber 4 selalu berdoa malam bersama sebelum tidur, meskipun doa kami masih sangat sederhana. Lalu kami berdua akan memberkati ( membuat tanda salib di dahi mereka), mencium dan memeluk mereka. Kadang juga ada “tos” yang kami lakukan dengan kebiasaan masing- masing anak.


Terima kasih banyak untuk suamiku, sudah bersamaku selama 10 tahun mengarungi kehidupan keluarga kita. Terima kasih semua dukungannya, kesabarannya, kasih setianya, apalagi ya? Semua muanya lah ya...

HAPPY 10 YEAR ANNIVERSARY WEDDING, BAP JONI


Nemu ucapan ucapan dari beberapa sumber, yang cocok untuk mewakili perasaanku saat ini, karena aku ngga pinter bikin kata-kata, apalagi in English gini ,hihihi 


Yuks, cekidot:

Happy 10 year anniversary, my love! Every day I fall in love with you even more. For me, you are like the gift sent from heaven. Thanks for walking with me by holding my hands. Hoping to have an extraordinary day!

Congratulations to both of us for our 10 successful years! Dear lovely husband, you make me smile every day. I feel happy and peace with you. May we happily stay together happily! Love you today and always!

My everyday companion, my love, happy 10th anniversary! It was great sharing my life with such a wonderful person. Thanks for everything. Truly, I’m so excited about how will we look like after the next 10 years.

A marriage becomes successful with love, trust, and dedication. We have a happy family as we have all these things. You are my perfect match. Wishing us a great day on our 1st decade of marriage.

My sweetheart, it’s our ten year wedding anniversary and it can’t be denied that I have passed the best 10 years with you. I’m blessed to have you in my life. Happy anniversary!

It is not that easy to maintain a successful marriage but we did a great job. Congratulations to us! May this day be the beginning of another beautiful decade of our wedding!

Life is beautiful and everything looks fine as long as you are with me. Together we can deal with any problems. It’s not possible for me to live without you. Love you with all my heart, darling. Happy 10th anniversary!

27 Juni 2019

dKrist Crochet

Crochet, kadang di sebut dengan merajut....
Ini adalah salah satu hobby ku yang kemudian menjadi penghasilan sampingan, meskipun sebenarnya belum bisa di sebut penghasilan sampingan, karena belum tentu sebulan dapat pemasukan dari rajutan ini...

Tapi lumayanlah, dari hobby bisa menghasilkan uang...kesenangan yang dibayar judulnya, hahaha

Awal dari merajut tas dan dompet ini, karena pengen punya tas rajut, tapi kalau beli yang bermerk bagus itu kok mahal ya??
Trus coba- coba browsing ke pinterest, blog blog, youtube mencoba belajar membaca pola-pola...

Awalnya buat untuk di pakai sendiri, trus customer pertamaku adalah Ibuku sendiri...dbayar juga lho tasnya, malah lebih mahal dari harga yang tertera seharusnya...hihihi...makasih ya Ibukku...

Tiap buat tas atau dompet, aku posting di medsosku, eh lha kok beberapa teman dan kenalan pengen dibuatin juga...cuzz lah sok pede mengiyakan...hahaha...lumayanlah...

Dibawah ini beberapa foto contoh nya,


Oya, kalau pengen order bisa lho...WA aja ke no 0815 7876 2575


Label

Tas Merah












22 Maret 2019

My Dream as a Deamer

Mimpi...apa sih mimpi itu? Bunga tidur?
Kalau impian ? 
Sama ngga sih, mimpi dan impian itu?
Entahlah...

Jadi akhir - akhir ini kok aku sering kepikiran, pengen sesuatu, yang entah apakah bisa terwujud dalam waktu dekat, atau jika tidak, dalam waktu yang agak lama...tapi ya jangan lama - lama amat sih...ini mimpi atau impian ya?

Setiap orang pasti punya mimpi, hmmm aku mau menyebutnya di sini impian...
Kalau menurutku, mimpi dan impian itu beda sih...bener ngga ya?
Ini menurutku lho ya...
Mimpi adalah suatu bunga tidur, yang kadang aneh dan mungkin tidak bisa terwujud...atau bisa terwujud juga sihh...
Sedangkan impian adalah suatu keinginan akan sesuatu yang mungkin bisa diwujudkan, tergantung bagaimana usaha kita, ya lewat kerja keras dan doa...

Jadi gini, ngomongin tentang impian itu bukannya ngga bersyukur atas apa yang sudah kami punya lho, aku udah bersyukur banget atas semua yang sudah kami miliki ( dalam hal duniawi lho ini)
Jadi ngomongin impian itu, tentang apa sih yang pengen kita capai lagi? Jadi semacam semangat untuk berusaha lebih keras lagi, karena hidup itu harus terus menjadi lebih baik, berusaha menjadi lebih baik..

So, lanjut deh ngomongin impian
Pertama mo ngomongin impian tentang rumah dulu...

Anak ku yang cowok itu sering bilang, pengen punya rumah yang besar kayak rumah uti dan simbah...
Kalau aku sih pengennya tentang rumah ( mau lebih spesifik lagi), yaitu :
  1. Pengen punya rumah yang lebar (karena rumah yang sekarang modelnya panjang) 
  2. Pengen rumah yang depannya ada tanah kosong dikit, bisa di buat taman kecil, karena pengen punya pohon buah sendiri, pengen nanam pohon mangga, pohon kelengkeng, pohon jambu, pohon jeruk, pohon rambuatan...(lah kalau pohonnya sebanyak ini bukannya butuhnya kebon ya, bukan taman hahahaha) yaaa kalau gitu 1 pohon mangga aja cukup, ditambah tanaman apotik hidup dan beberapa sayuran seperti cabai, daun bawang, daun pandan dan sebagainya...kalau bunga bunga an nanti nanti aja dulu lah...
  3. Pengen rumah yang muat buat garasi juga, karena kalau punya mobil, tapi ngga punya garasi kok rasanya aneh ya? Meskipun sekarang sudah punya garasi juga, yang campur sama teras, hehehe...
  4. Pengen rumahnya ada taman belakangnya, trus ada kolam ikan kecilnya, ada gua maria kecil...ada kandang puppy kecil juga, biar anak-anak bisa mainan sama puppy
  5. hmmm itu dulu deh impiannku tentang rumah...besok kalo kepikiran yang lain lagi, ditulis lagi biar ngga lupa....
Sebenernya tinggal di tempat yang sekarang ini juga sudah nyaman sama lingkungannya...bisa dibilang termasuk kota, tetapi ngga terlalu bising juga, jadi enak, nyaman...mo nyari apa-apa deket...

Kenapa sih aku nulis tentang impian ini? biar ngga lupa aja, pernah punya impian ini, suatu saat jika terwujud kan jadi inget kalau dulu pernah ngimpiin hal tersebut....

Toh, keadaan sekarang juga udah bersyukur banget...tapi kalau bisa geser dinding kan lumayan, ups......hehehe...

Doa doa doa, kerja kerja kerja,usaha usaha usaha

Yang kedua, lanjut besok lagi deh...kalau sudah ada pikiran lagi....
Maaf ya, postingan receh banget ini....

10 Januari 2019

Akhirnya Punya Domain Sendiri



Sudah lama pengen punya domain sendiri, pakai nama semau kita, kok kelihatannya lebih keren..iya ngga sih...trus iseng-iseng deh, browsing...
Eh lha kok nemu promo domain yang luar biasa murah, yaitu Domain ekstensi .web.id hanya seharga Rp. 9.000,- saja, aktif satu tahun.
Domain web.id adalah Domain Khas Indonesia yang memerlukan syarat berupa upload KTP atau Pasport yang masih aktif. Gampang bingitss lah... KTP elektronik sudah tersedia dan jarang kepakai.

Dapatnya info di sini. Awalnya memang agak ragu-ragu. Domain aktif setahun kok hanya Rp. 9.000,- saja, beli es cream magnum aja ngga dapet deh...tapi setelah iseng-iseng browsing lagi, ternyata memang banyak yang juga menawarkan hal yang sama, misalnya di sini.  Jadi mungkin memang ini program nasional. Mungkin dari pemerintah Indonesia sendiri untuk mempopulerkan domain Indonesia yang katanya masih kurang diminati oleh orang Indonesia sendiri. (nah lho, trus siapa yang akan menggunakan domain Indonesia dong??)

Domain .web.id katanya diperuntukkan terutama untuk personal, jadi cocoklah untuk blog ini. Coba meluncur ke TKP dan ikut promonya, dapatlah nama domain yang dijadikan nama blog ini...uhhh senangnya....

Oya, kalau kita yang masih piyik (ngga ngerti apa-apa) dalam per-domain-an ( kayak aku gini) gampang banget lho, kita bisa minta tolong (suruh) sana aja yang settingin...sananya mau kok...hmmmm baik banget ya adminnya...


Lumayan bisa buat nebeng dikit, setidaknya satu tahun... Coba deh cari domain yang kalian inginkan....

Yuk cuzzz deh....

Saya sudah membuktikan, anda kapan?

7 September 2018

Doa Bapa Kami dan Salam Maria dalam Bahasa Jawa

Dua hari yang lalu, anak-anakku yang bersekolah di SD Kanisius Kurmosari Semarang mendapat tugas untuk belajar doa Bapa Kami dan Salam Maria dalam bahasa jawa. Mereka mendapat secarik kertas bertuliskan doa Bapa Kami dan Salam Maria dalam bahasa Jawa. 
Sekolah mereka memulai kebijakan baru yaitu untuk "nguri-uri budaya jawa" karena saat sekarang ini banyak anak-anak yang kurang mahir berbahasa daerahnya, yaitu bahasa jawa dengan semua tingkatan bahasanya, yaitu basa ngoko, basa krama dan basa krama inggil. 

Sekolah mereka memulai dengan cara setiap hari kamis mewajibkan siswa dan guru berinteraksi dengan menggunakan bahasa jawa dilingkungan sekolah. Baik untuk doa, pembacaan eksamen setiap sebelum pulang sekolah, pengumuman dan juga bila mereka akan berbicara satu sama lain. 

Kami sebagai orang tua wali sangat mengapresiasi kebijakan ini, karena kami sebagai orang tua pun juga perlu untuk mengasah kemampuan berbahasa jawa kami, khususnya bila berbincang dengan orang yang lebih tua.

Kembali ke doa Bapa Kami dan Salam Maria dalam bahasa jawa.
Dulu, saat aku masih kecil, di gereja nenek ku di Wedi, Klaten juga aku sering mengikuti misa berbahasa jawa. Saat itu aku masih SD, dan sebenarnya kurang hapal dengan doa-doa dalam bahasa jawa, terkadang juga kotbah Romo dalam bahasa jawapun aku sering roaming...sering sekali aku bertanya ke Ibu atau Bapakku apa artinya. Jadi kalau ke gereja tidak membawa Kidung Adi, hampir dipastikan aku berasa misa bersama alien..hanya bisa diem ngikutin misa dengan tenang (alias ngga ngerti apa-apa) Hehehe...semoga anak-anakku ngga meniruku ya..

Dari tugas anak-anakku kemarin itu akupun mencoba untuk ikut lagi belajar dan menghapal doa Bapa Kami dan Salam Maria dalam bahasa jawa. 

Dibawah ini aku coba share ya...semoga kami serumah bisa cepat hapal..


Doa Bapa Kami ( Bahasa Jawa )

Rama kawula ing swarga
Asma Dalem kaluhurna
Kraton Dalem mugi rawuha
Karsa Dalem kalampahana
wonten ing donya kados ing swarga
kawula nyuwun rejeki kangge sapunika
sakathahing lepat nyuwun pangamputen dalem 
kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami
kawula nyuwun tinebihna saking panggoda saha linuwarna saking piawon.
Amin


Doa Salam Maria ( Bahasa Jawa)

Sembah bekti kawula, Dewi Maria, kekasihing Allah
Pangeran nunggil ing panjenengan Dalem.
Sami-sami wanita Sang Dewi pinuji piyambak,
saha pinuji ugi wohing salira Dalem, Sri Yesus.
Dewi Maria, Ibuning ALLah,
kawula tiwang dosa sami nyuwun pangestu dalem,
samangke tuwin benjing dumugi pejah.
Amin


Kedua doa itu aku print dan di tempel mdi beberapa tempat di rumah, agar kami menjadi terbiasa berdoa dengan bahasa jawa juga.
Berkah Dalem

Our Journey

Daisypath Anniversary tickers