22 Desember 2020

Happy Mother's Day

 

Ibu, seseorang yang sangat berarti bagi kita.

Tanpa beliau, kita tidak akan lahir ke dunia

Dulu, saat belum menjadi Ibu juga, kadang kita sering merasa jengkel saat Ibu menasehati kita, memarahi jika kita berbuat salah, terkadang juga mengomel, hehe...

Bahagialah, jika Ibu kita sering ngomelin kita, itu tandanya Ibu memperhatikan kita...

Karena pandemi ini, bikin rasa kangenku itu seakan sudah sampe ke ubun-ubun. Tahu kenapa?

Yah, aku dan keluarga kecilku tinggal beda kota, sehingga tidak bisa bebas bertemu karena pandemi ini.

Karena aku masih aktif bekerja dan ketemu orang-orang dikantor, sehingga takut jika sering mengunjungi beliau, akan menjadi pembawa virus itu sendiri.

Sebenarnya kangen banget nget, tapi ya harus di tahan- tahan demi kebaikan semua, demi kesehatan beliau juga.

 

Oya, apa sih yang paling bikin kangen sama Ibu kalian?

Kalau aku, salah satunya adalah wangi asli dari aroma tubuh beliau yang tanpa parfum, ya..wanginya itu enak sekali..entahlah tidak ada yang menandingi.

Kapan hari itu, aku sadar akan hal ini, karena anak-anakku juga mengatakan hal yang hampir sama. Mereka kangen mencium bau ku saat baru pulang kerja, karena selama pandemi ini, jika pulang kerja maka aku akan langsung bersih-bersih dan mandi sebelum mendekati atau menyentuh mereka. Kalau dulu sebelum pandemi memang kadang nguyel-uyel mereka dulu baru mandi J

Selain itu, juga kangen banget pengen peluk-peluk Ibu, rasanya nyaman banget, empuk, hehe...

Cinta Ibu itu benar, sepanjang masa...mau anak-anaknya sudah berkeluarga pun, tetap tak lekang oleh waktu...

Love u so much Ibu Cicilia Rukmiyati


HAPPY MOTHER'S DAY 2020


24 Juni 2020

Banana Cake Lezat


Senin kemarin dapat kabar yang kurang mengenakkan...yah, kalau secara lebaynya nih, luka lama yang hampir kering, sobek kembali...hmmm, ngga enak banget ya?
Ya, gitu deh...sampai malamnya aku ngga bisa tidur nyenyak, sebenarnya pengen ngga mikirin sampe susah tidur gitu, tapi lha kok alam bawah sadarnya ngga bisa di ajak kompromi, padahal besok paginya harus rutinitas kerja seperti biasa..Bahkan sampe jam 2 dini hari pun, masih susah merem mata ini. Rasanya ngga enak banget, sampe saatnya bangun pun,tetap mata ini kok ngga ada rasa ngantuknya, cuma berharap saja nanti saat di kantor ngga oleng.

Sore pulang kerja, ditanyain sama Bapak, apakah masih kepikiran? Yah, memang masih tetapi saat dikantor tadi lumayan bisa di abaikan sedikit pikiran itu...

Setelah makan malam, lihat di meja masih ada sisa pisag ambon yang sudah mulai kematengan, punya ide, buat menyibukkan diri sebelum jam tidur malam, dibikin kue aja, siapa tau dengan harumnya kue bisa sedikit menghilangkan rasa gelisah itu.

Akhirnya mulai stalking IG dulu, nyari resep Banana Cake yang gampang dan enak. Nemu deh di IG nya Mba Inovpelawi, dengan sedikit 

Banana Cake

Bahan A :
  • 195 gr    Tepung Terigu Segitiga ( aku 200gr)
  • 1 sdt       Baking Soda
  • 1/2 sdt    Garam
  • 3/4 sdt    Cinnamon Bubuk ( aku skip)
Bahan B :
  • 3 buah    pisang overripe ukuran sedang, lumatkan
  • 115 gr    unsalted butter ( aku minyak sayur)
  • 60 gr      Gula Pasir
  • 2 butir    Telur
  • 1 sdt      Vanilla Extract ( aku vanili bubuk )
Topping sesuai selera ( aku chocochip, seadanya di rumah)

Cara Membuat :
  1. Ayak BAhan A
  2. Campurkan Bahan B dengan wisk tangan
  3. Masukkan bahan B ke bahan A, aduk hingga menyatu menggunkan spatula.
  4. Tuang adonan di loyang yang sudah di alasi baking paper, taburi topping
  5. Panggang selama 30-40 menit sampai matang.




Jadinya enak ini. lembut, wangi

Selama di panggang, wanginya enak banget, bisa membuat kegelisahanku sedikit memudar, meskipun sebenarnya juga ada andil si Bapak dalam menyemangati ku, meskipun beliau juga sama gelisahnya.. Tengkyu ya Bap.

Kita berdua pasti bisa melewati ini, semoga kita selalu dilindungiNya. Semua pasti akan indah pada waktunya. Hidup adalah sebuah proses. Dan Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatNya.

Tetap semangat dan semoga tidak berlarut-larut. Amin.



18 Juni 2020

Mie Babi Kecap


Hai, ketemu lagi...
Masih di suasana pandemi L

Jadi ini, ceritanya kangen makan mie ayam pinggir jalan yang sering kami berdua, aku dan suami beli saat belum ada virus “nakal” ini... Karena kami berdua sepakat untuk tidak jajan sembarangan, apalagi makan di tempat yang notabene pastinya ngga disterilkan setiap saat, dan pasti empet-empetan dengan pengunjung yang lain. Makannya aku coba bikin mie sendiri aja..Dulu sih pernah bikin mie ayam sendiri, lumayan  berhasil, semua orang rumah suka..yeaayy

Tapi dirumah lagi ngga punya stock daging ayam fillet, tapi adanya daging B2. Jadinya punya ide bikin Mie Babi aja...kebetulan juga punya minyak babi yang kubuat sendiri dari lemak babi.
Ini resepnya aku ngarang ya, tapi lumayan enak sih menurutku. ( lha iya, adanya itu..., hahahaha)


Mie Babi

Bahan Minyak :
  • Minyak babi ( buat sendiri dari lemak babi yang di masak dengan sedikit air sampai         muncul minyaknya.
  • Minyak bawang ( goreng bawang putih dengan minyak agak banyak, saring)

Bahan Toping Daging Babi Kecap:

  • ½ kg       Daging babi
  • 1 bh       bawang Bombay ukuran sedang
  • 6 siung  Bawang Putih
  • ½ sdt     Merica
  • 2 ruas    Jahe
  • 2 sdt      Garam
  • 5 sdm    Kecap Manis
  • 1 buah  Tomat Merah

Cara Membuat:

1.   Haluskan (uleg) bawang putih, merica, jahe, garam sampai halus . Bagi 2
2.   Ambil 1 bagian bumbu, campur dengan gading babi yang sudah di iris sesuai selera,      tambahkan kecap manis. Diamkan ( marinasi) kurang lebih ½ jam. Lebih bagus lagi buatnya malam, lalu disimpan di kulkas semalaman. Pagi baru dimasak
3.   Tumis 1 bagian bumbu yang telah dihaluskan sampai wangi
4.   Masukkan daging yang telah di marinasi, tambahkan air secukupnya sampai semua daging tenggelam.
5.   Masukkan tomat, masak sampai daging empuk. Koreksi rasa.
6.   Masukkan bawang bombay yang di cincang kasar.
7.   Masak hingga air sedikit menyusut. Usahakan ada sisa air kuahnya.


Kuah Bening :
  • -          2 siung Bawang Putih, cincang halus, tumis dengan sedikit minyak.
  • -          Tulang / daging yang ada lemaknya
  • -          Merica , Garam
  • -          Daun Bawang

Cara Membuat Kuah :
1.       Tumis bawang putih hingga harum.
2.       Masukkan daging berlemak / tulang, beri air secukupnya
3.       Masukkan merica dan daun bawang. Masak hingga mendidih.


Bahan Pelengkap :


  • -          Mie telur biasa, rebus
  • -          Sawi Caesin, rebus
  • -          Daun Bawang,iris tipis
  • -          Bakso
  • -          Kecap Manis, sambal

Cara penyajian:


  1.      Dalam Mangkok, campurkan 1 sdm minyak babi, 1 sdm minyak bawang, 2 sdm kuah babi   kecap, 1sdt kecap manis.    
  2.        Masukkan mie, campur hingga merata.
  3.        Beri topping daging babi, sawi, bakso    
  4.        Beri Kuah secukupnya



17 Juni 2020

Bersyukur di Tengah Pandemi Covid-19


Hai hai...apa kabar semua?
Bagaimana kondisi di kotamu?
Yah, sudah hampir 4 bulan kita semua menghadapi pandemi virus covid-19 ini...lama juga ya?
Adakah yang kangen mudik? Ketemu sanak saudara atau bahkan orang tua yang tinggal beda daerah dengan kita? Pastinya ya, kangen aja pake banget..bahkan Dilan aja mungkin juga ga akan kuat ( lah, apaan coba nyebut-nyebut Dilan segala...hahaha)
Adakah yang kangen jeng-jeng keluar kota? Ke pantai, ke gunung, ke mall...Arrggh semua rencana traveling banyak yang gagal pake total..
Sedih ngga sih? Sedih sebenernya kalau dipikir-pikir... tapi masak sih, kita harus berlarut-larut dengan kesedihan terus?
Daripada kita bersedih, lebih baik kita syukuri apa yang terjadi aja, pasti ada dong hal-hal baik, positif yang bisa kita ambil, kita syukuri dalam kondisi seperti sekarang ini?
Apa aja sih, kondisi-kondisi yang bisa kami syukuri?
1.       Masak tiap hari.
Dengan kondisi sekarang ini, dimana ketakutan bahwa virus “nakal” ini tuh bisa nempel dimana aja. Jadi kami sekeluarga berkomitmen untuk setiap hari makan masakan rumah. Jadi ngga ada acara makan diluar atau beli lauk matengan.
Positifnya, anggaran untuk makan jadi lebih hemat. ( Ibu-ibu pasti bahagia deh, kalau bisa ngirit gini,hahaha)

2.       Rosario penuh selama Bulan Mei
Ya, ini salah satu hal positif di keluarga kami, yang dulunya ngga pernah bisa full satu bulan berdoa Rosario di bulan Rosario. Bulan ini bisa ikut berdoa Rosario Online bersama Bapa Uskup seluruh Indonesia. Bahagia banget rasanya..

3.       Misa Online Tiap Pagi
Bulan Juni ini, kami mulai ikut Misa Harian Online tiap pagi. Ini juga suatu hal yang membahagiakan bagi kami.

4.       Hidup Lebih Bersih
Ya, kami memiasakan diri untuk selalu cuci tangan, kaki dan wajah setiap kali dari luar rumah. Apalagi kalau pulang kerja, langsung mandi ngga pakai mampir-mampir dulu...hahaha

5.       Hobi Nyobain Resep Baru
Karena jarang jajan diluar, maka harus sering- sering buatin cemilan dong buat yang dirumah.

6.       Pengeluaran BBM Lebih Irit
Hahaha gara- gara ngga pernah luar kota, pengeluaran untuk BBM dan piknik, aman di posnya...( Ibu seneng dong ya...)

Itu dulu aja deh, yang bisa kami sharingkan, nanti kalau ada lagi akan ditambahkan..
Pokoknya yang terpenting, di saat kita sedang mengalami kesusahan, pasti ada hal-hal kecil lain yang dapat kita syukuri, sekecil apapun itu. Dan hal itu akan membuat kita menjadi kuat.
Tetap semangat dan jaga kesehatan serta jalankan protokol kesehatan dimana pun kita berada, agar kita dapat saling menjaga.

Our Journey

Daisypath Anniversary tickers