Kamis, 04 September 2014

Daycare atau Pembantu ?? II (lanjutan)

Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan di tahun 2013 dulu tentang kegalauan kami dalam memilih antara pembantu atau penitipan anak (daycare).

Saat ini, bisnis daycare memang semakin menjamur. Yah, minimal di kota semarang ini, sudah banyak sekali bermunculan daycare-daycare. Dari daycare yang berlatar belakang nasional, agama bahkan yang hanya daycare yang didirikan di dalam area perumahan / perkampungan.
Beberapa bulan yang lalu sempat bingung juga, nyari daycare untuk kristo, karena daycare yang lama mau pindah lokasi, sedangkan daycare kakak belum bisa menerima karena usia Kristo belum memenuhi. Makanya kami survey beberapa daycare, dan ternyata di semarang buanyak banget pilihannya. Dari yang uang pangkalnya mahal, tanpa uang pangkal, jam penitipan yang tidak memungkinkan bagi kami, berbeda latar belakang dengan kami (kami belum sanggup apabila harus mengajarkan perbedaan keyakinan yang ada di sini, dimana usia Kristo belum mampu untuk memahami) bahkan adapula yang biaya penitipannya sangat murah sekali, hehehe..

Sembari kami mencari-cari daycare untuk Kristo, kami pun berdoa dan berharap daycare Elena sanggup dan mau menerima Kristo yang umurnya kurang 1 bulan untuk memenuhi persyaratan mereka. Karena apabila masuk ke daycare yang baru, sebagian persyaratan meraka memberikan uang pangkal untuk 1 tahun, sedangkan Kristo hanya akan kami titipkan cuma 1 bulan aja **sayang banget kan uangnya??
Tapi Tuhan memang Maha Pengasih , hari sabtu disaat kami kebingungan tiba-tiba ada sms masuk dari salah satu trainer TBB Eduard Michelis mengabarkan kalau Kristo mulai hari senin boleh masuk ke TBB. Ahhh, alangkah bahagia hati kami, doa kami dikabulkan Tuhan disaat yang tepat. Sungguh, rencana Tuhan sangat indah pada waktu-Nya. Spontan langsung saya balas sms itu dengan penuh suka cita. Dan hal yang paling membahagiakan adalah anak-anak kami akhirnya " TAK TERPISAHKAN" lagi. Dirumah mereka bersama, di daycare pun mereka bersama, dan hal itu pasti juga lebih menentramkan bagi mereka sendiri.
Beribu-ribu kami sampaikan terimakasih bagi pihak TBB Eduard Michelis..hehehehe

Oya, beberapa waktu yang lalu, tidak sengaja aku menemukan 6 Manfaat Daycare untuk Anak di web Mother and Baby hihihi hal itu jadi semakin memantapkan kami dalam menitipkan mereka **ehmmm memantapkan ato sekedar pembenaran diri yah??
6 Manfaat itu adalah: (copas yahh)

1.  Pandai bersosialisasi
Salah satu keterampilan yang bisa dipelajari anak Anda di tempat penitipan anak adalah bagaimana bersosialisasi. "Ia akan menghabiskan harinya untuk berinteraksi dengan anak-anak lain, maupun orang dewasa lainnya. Itu semua bermanfaat bagi perkembangan sosialnya," ungkap Jenny Garrett, penulis Rocking Your Role. Ia menambahkan, belajar bersosialisasi tak kalah penting dengan keterampilan perkembangan Si Kecil pada usia ini.

2.  Kualitas kognitif lebih baik
Sebuah studi dari US National Institute of Health menemukan bahwa anak-anak yang ditempatkan di daycare memiliki kualitas yang sedikit lebih baik dalam prestasi akademis dan kognitifnya, karena lebih banyak mendapatkan stimulasi. Para ahli juga mengatakan, lebih kecil risiko mereka untuk menjadi anak nakal saat beranjak remaja.

3.  Status kesehatan lebih baik
Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal JAMA Pediatrics menemukan, anak-anak yang menghabiskan waktu di tempat penitipan anak saat usia sekitar 2 tahun memiliki sistem imun yang lebih kuat, sehingga ia akan lebih jarang sakit daripada anak-anak yang dirawat di rumah.

4.  Meredam kekecewaan
Salah satu hal yang memberatkan langkah Anda adalah saat Si Kecil tidak terima ketika Anda meninggalkan dirinya untuk pergi ke kantor. Bahkan, tak jarang rengekannya membuat Anda kewalahan. Namun, anak yang dititipkan di daycaredisebut cenderung lebih mandiri dan tidak sesensitif anak yang ditinggalkan di rumah. Ia tidak akan ingat kapan dan seberapa sering Anda meninggalkannya di tempat penitipan anak, sehingga tidak akan ada rengekan lagi.

5.  Lebih mandiri
Anak yang dititipkan di daycare akan menghabiskan hari-harinya dengan banyak kegiatan bersama anak-anak lain. Hal itu bisa membuatnya lebih mandiri dan membantu mencegah anak Anda terlalu 'lengket' pada Anda.

6.  Mengajarkan rutinitas
Daycare sangat baik untuk mengajarkan rutinitas bagi anak Anda, karena mungkin saja Anda akan kerepotan jika melakukannya sendiri. Selain mendapatkan rutinitas untuk tidur siang, Si Kecil juga akan mendapatkan pelatihan tentang potty training.


Setelah coba kulihat dari perkembangan kedua anakku memang ke 6 hal diatas benar. Diantaranya:
  1. Elena yang dulunya (sebelum dititipkan di daycare) pemalu, bahkan bertemu dengan utinya aja nangis dulu. Kristo, karena dari bayi sudah dititipkan memang lebih supel dari kakaknya
  2. Kristo yang sebelum di TBB suka gigit temannya, setelah di "gembleng" (ihh sadis amat yak istilah emaknya ini) didik di sana jadi lebih memiliki sifat berteman yang baik.
  3. Anak - anak memang lebih mandiri (  dari hasil curhatan eyang-eyangnya..ihh emaknya jadi ge-er deh)
  4. Kami orangtuanya pun bisa belajar lebih banyak bersosialisasi dan sharing dengan para trainer dan para orangtua yang juga menitipkan anak-anak mereka, bahkan kami merasa memiliki saudara baru.
  5. Dan banyak lagi, lagi, dan lagi manfaat daycare.
Akhirnya memang, bagi kami berdua orangtua Elena dan Kristo, 2 tahun ini kami merasa lebih bisa "bekerja" dan "hidup" lebih nyaman dan tenang. Bahkan bagiku, saat 2 tahun pertama ketika punya pembantu dulu, jatah cuti kantorku sampai -11 hari dan gaji setiap awal tahunpun harus dipotong secara proposional dan sampai atasanku memberiku "cap" sebagai "karyawan cuti terbanyak" ** duh malunya...
Tetapi sekarang, aku jarang cuti dan bukan sebagai " karyawan cuti terbanyak" lagi. Dan yang paling membahagiakan adalah berat badanku tanpa pembantu semakin hari semakin subur aja, padahal semua pekerjaan rumah aku lakukan sendiri...