Jumat, 05 September 2014

Tips Memilih Daycare

Belum lama ini ada berita tentang penganiayaan balita di daycare di Jakarta. Kalau denger berita seperti itu, pasti sebagai orang tua, kita akan merasa "marah" dan tidak tega akan penganiayaan tersebut. 
Saya pun sebagai orang tua yang juga menitipkan anak di daycare sempet merasa "deg" juga, tetapi setelah itu merasa aman juga, karena anak-anakku ada di tempat yang "aman".

Saya akan mencoba sharing tips memilih daycare yang "aman" , yaitu :
  1. Cari Informasi Daycare. Carilah sebanyak mungkin informasi tentang daycare yang ada di sekitar rumah atau di sekitar lokasi tempat orangtua bekerja. Kalau perlu luangkan waktu untuk menyusuri jalan-jalan (siapa tau ada daycare disekitar tempat tersebut ) , karena beberapa daycare belum memiliki website.  
  2. Survey Langsung ke Lokasi. Sempatkan datang ke semua lokasi daycare (harus ya, karena nantinya kita tiap hari bakalan datang kesana,hehe), mintalah informasi tentang cara pengasuhan, jadwal kegiatan anak-anak, konsumsi untuk anak, pendidikan untuk anak, dan jangan lupa tanyakan juga tarifnya. Mintalah untuk diantar ke setiap sudut ruangan, dan mintalah penjelasan tentang ruangan tersebut. 
  3. Latar Belakang Daycare. Cari tahu juga pemilik / yayasan yang menaungi daycare tersebut, apakah dari yayasan gereja, masjid, pribadi, nasional, pemerintah dan lain sebagainya. Karena menurut saya, wajib kita mengetahuinya demi kepentingan keamanan anak-anak kita, jadi ada pertanggungjawabannya.
  4. Lihat Kondisi Anak-anak di daycare. Pada saat kita survey, lihat juga bagaimana anak-anak yang dititipkan disana, apakah mereka ceria, tak terkendali, banyak yang menangis atau bagaimana. Pakailah intuisi kita sebagai orangtua untuk mengukur hal ini, apakah anak kita cocok di titipan di situ atau tidak.
  5. Berinteraksi dengan Pengasuh. Cobalah berinteraksi dengan beberapa pengasuh yang ada, apakah mereka terlihat baik atau tidak, bagaimana cara mereka memperlakukan anak-anak, biasanyanya akan terlihat kok, mereka baik atau tidak. nah ini juga pakai intuisi kita 
  6. Trial Beberapa Jam. Biasanya dari pihak daycare akan memberikan waktu untuk trial, kita bisa melihat apakah anak-anak kita cocok disana atau tidak. Biasanya feeling anak-anak juga tajam.
  7. Tentukan Pilihan .Pastikan kita memilih daycare yang menurut kita cocok bagi anak-anak kita, kalau perlu saat survey, ajak beberapa kenalan kita untuk turut serta melihat kondisi daycarenya, jadi bisa memberikan masukan juga. Nah, carilah teman yang juga menitipkan anak di daycare, tanyakan sebnayak mungkin informasi yang ada.
  8. Trial and Error. Apabila kesan pertama berbeda dengan kenyataan setelah kita menitipkan, misal tingkah laku anak berubah setiap pulang dari daycare ( misal selalu ketakutan, tidak ceria saat kita jemput, atau keanehan lainnya ). Hentikan menitipkan anak disana, JANGAN sungkan-sungkan untuk memindahkan anak kita. 
Nah diatas beberapa tips yang dapat saya sampaikan, apabila nanti ada masukan lagi, akan saya tambahkan lagi. Yang terpenting, anak- anak kita bisa enjoy dan ceria di daycare. Tetap pantau terus perkembangan anak.
Semoga bermanfaat

Kamis, 04 September 2014

Daycare atau Pembantu ?? II (lanjutan)

Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan di tahun 2013 dulu tentang kegalauan kami dalam memilih antara pembantu atau penitipan anak (daycare).

Saat ini, bisnis daycare memang semakin menjamur. Yah, minimal di kota semarang ini, sudah banyak sekali bermunculan daycare-daycare. Dari daycare yang berlatar belakang nasional, agama bahkan yang hanya daycare yang didirikan di dalam area perumahan / perkampungan.
Beberapa bulan yang lalu sempat bingung juga, nyari daycare untuk kristo, karena daycare yang lama mau pindah lokasi, sedangkan daycare kakak belum bisa menerima karena usia Kristo belum memenuhi. Makanya kami survey beberapa daycare, dan ternyata di semarang buanyak banget pilihannya. Dari yang uang pangkalnya mahal, tanpa uang pangkal, jam penitipan yang tidak memungkinkan bagi kami, berbeda latar belakang dengan kami (kami belum sanggup apabila harus mengajarkan perbedaan keyakinan yang ada di sini, dimana usia Kristo belum mampu untuk memahami) bahkan adapula yang biaya penitipannya sangat murah sekali, hehehe..

Sembari kami mencari-cari daycare untuk Kristo, kami pun berdoa dan berharap daycare Elena sanggup dan mau menerima Kristo yang umurnya kurang 1 bulan untuk memenuhi persyaratan mereka. Karena apabila masuk ke daycare yang baru, sebagian persyaratan meraka memberikan uang pangkal untuk 1 tahun, sedangkan Kristo hanya akan kami titipkan cuma 1 bulan aja **sayang banget kan uangnya??
Tapi Tuhan memang Maha Pengasih , hari sabtu disaat kami kebingungan tiba-tiba ada sms masuk dari salah satu trainer TBB Eduard Michelis mengabarkan kalau Kristo mulai hari senin boleh masuk ke TBB. Ahhh, alangkah bahagia hati kami, doa kami dikabulkan Tuhan disaat yang tepat. Sungguh, rencana Tuhan sangat indah pada waktu-Nya. Spontan langsung saya balas sms itu dengan penuh suka cita. Dan hal yang paling membahagiakan adalah anak-anak kami akhirnya " TAK TERPISAHKAN" lagi. Dirumah mereka bersama, di daycare pun mereka bersama, dan hal itu pasti juga lebih menentramkan bagi mereka sendiri.
Beribu-ribu kami sampaikan terimakasih bagi pihak TBB Eduard Michelis..hehehehe

Oya, beberapa waktu yang lalu, tidak sengaja aku menemukan 6 Manfaat Daycare untuk Anak di web Mother and Baby hihihi hal itu jadi semakin memantapkan kami dalam menitipkan mereka **ehmmm memantapkan ato sekedar pembenaran diri yah??
6 Manfaat itu adalah: (copas yahh)

1.  Pandai bersosialisasi
Salah satu keterampilan yang bisa dipelajari anak Anda di tempat penitipan anak adalah bagaimana bersosialisasi. "Ia akan menghabiskan harinya untuk berinteraksi dengan anak-anak lain, maupun orang dewasa lainnya. Itu semua bermanfaat bagi perkembangan sosialnya," ungkap Jenny Garrett, penulis Rocking Your Role. Ia menambahkan, belajar bersosialisasi tak kalah penting dengan keterampilan perkembangan Si Kecil pada usia ini.

2.  Kualitas kognitif lebih baik
Sebuah studi dari US National Institute of Health menemukan bahwa anak-anak yang ditempatkan di daycare memiliki kualitas yang sedikit lebih baik dalam prestasi akademis dan kognitifnya, karena lebih banyak mendapatkan stimulasi. Para ahli juga mengatakan, lebih kecil risiko mereka untuk menjadi anak nakal saat beranjak remaja.

3.  Status kesehatan lebih baik
Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal JAMA Pediatrics menemukan, anak-anak yang menghabiskan waktu di tempat penitipan anak saat usia sekitar 2 tahun memiliki sistem imun yang lebih kuat, sehingga ia akan lebih jarang sakit daripada anak-anak yang dirawat di rumah.

4.  Meredam kekecewaan
Salah satu hal yang memberatkan langkah Anda adalah saat Si Kecil tidak terima ketika Anda meninggalkan dirinya untuk pergi ke kantor. Bahkan, tak jarang rengekannya membuat Anda kewalahan. Namun, anak yang dititipkan di daycaredisebut cenderung lebih mandiri dan tidak sesensitif anak yang ditinggalkan di rumah. Ia tidak akan ingat kapan dan seberapa sering Anda meninggalkannya di tempat penitipan anak, sehingga tidak akan ada rengekan lagi.

5.  Lebih mandiri
Anak yang dititipkan di daycare akan menghabiskan hari-harinya dengan banyak kegiatan bersama anak-anak lain. Hal itu bisa membuatnya lebih mandiri dan membantu mencegah anak Anda terlalu 'lengket' pada Anda.

6.  Mengajarkan rutinitas
Daycare sangat baik untuk mengajarkan rutinitas bagi anak Anda, karena mungkin saja Anda akan kerepotan jika melakukannya sendiri. Selain mendapatkan rutinitas untuk tidur siang, Si Kecil juga akan mendapatkan pelatihan tentang potty training.


Setelah coba kulihat dari perkembangan kedua anakku memang ke 6 hal diatas benar. Diantaranya:
  1. Elena yang dulunya (sebelum dititipkan di daycare) pemalu, bahkan bertemu dengan utinya aja nangis dulu. Kristo, karena dari bayi sudah dititipkan memang lebih supel dari kakaknya
  2. Kristo yang sebelum di TBB suka gigit temannya, setelah di "gembleng" (ihh sadis amat yak istilah emaknya ini) didik di sana jadi lebih memiliki sifat berteman yang baik.
  3. Anak - anak memang lebih mandiri (  dari hasil curhatan eyang-eyangnya..ihh emaknya jadi ge-er deh)
  4. Kami orangtuanya pun bisa belajar lebih banyak bersosialisasi dan sharing dengan para trainer dan para orangtua yang juga menitipkan anak-anak mereka, bahkan kami merasa memiliki saudara baru.
  5. Dan banyak lagi, lagi, dan lagi manfaat daycare.
Akhirnya memang, bagi kami berdua orangtua Elena dan Kristo, 2 tahun ini kami merasa lebih bisa "bekerja" dan "hidup" lebih nyaman dan tenang. Bahkan bagiku, saat 2 tahun pertama ketika punya pembantu dulu, jatah cuti kantorku sampai -11 hari dan gaji setiap awal tahunpun harus dipotong secara proposional dan sampai atasanku memberiku "cap" sebagai "karyawan cuti terbanyak" ** duh malunya...
Tetapi sekarang, aku jarang cuti dan bukan sebagai " karyawan cuti terbanyak" lagi. Dan yang paling membahagiakan adalah berat badanku tanpa pembantu semakin hari semakin subur aja, padahal semua pekerjaan rumah aku lakukan sendiri...