Selasa, 21 Mei 2013

Food Combining

Kemarin baca komentar temen disalah satu status temen, katanya diet gaya " Food Combining" bisa menurunkan berat badan dan membuat sehat...hehehehehe, jadi penasaran apa tuh "food Combining"..langsung deh meluncur ke mbah " GOOGLE " ketik deh keywordnya...yesss...ketemu, dibaca-baca..ehmmm, ternyata susah-susah gampang 

* tapi semangat ah...biar badan langsingan dikit, minimal kayak 6 bulan yg lalu...hag hag hag...kemarin habis dibilang gini sama kakak elena " perut ibu gendut, ada adik kristonya ya??"  wekksss...berarti kayak orang hamil dong? ohhh tidakkk...belum siap daku...makanya kudu bisa diet sehat ahhh...

Ini dia hasil temuannya:

Apa saja yang bisa dikonsumsi jika ingin menerapkan pola makan food combining? 
Inilah hal-hal yang perlu diketahui bagi Anda yang tertarik mencoba food combining.

Untuk sarapan, pelaku food combing disarankan mengonsumsi buah segar. Kenapa harus buah segar? Untuk memahaminya Anda perlu lebih dulu mengenal sistem tubuh. Tubuh memiliki siklus biologis dalam melakukan metabolisme yang biasa disebut ritme sirkadian. Seperti apa ritme yang dibuat berdasarkan waktu 24 jam itu? Dalam bukunya 'Mitos dan Fakta Kesehatan', pakar Food Combining Erikar Lebang memberikan penjelasan seperti berikut ini:

- Pukul 12.00 hingga 20.00, adalah waktunya tubuh mencerna dan menyerap bahan makanan sesuai dengan kebutuhannya.
- Pukul 20.00 hingga 04.00, adalah waktunya tubuh memproses makanan yang telah Anda makan pada siang hingga pukul delapan malam dan menggunakannya sesuai dengan keperluan.
- Pukul 04.00 hingga 12.00, adalah waktunya 'sisa proses' makanan itu dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran, urine, keringat atau napas.

Energi yang sangat besar dibutuhkan tubuh untuk membuang sisa proses makanan tersebut di pagi hari. Oleh karena itu menurut Erikar, energi tersebut harus dikonsentrasikan agar kerja tubuh tidak terganggu. Agar proses 'pengeluaran' tersebut tidak terganggu, sebaiknya pilih makanan yang tidak memberatkan pencernaan contohnya buah. Buah memiliki sifat ringan, mudah dicerna dan lengkap unsurnya.

"Sarapan buah nggak masalah, selama yang segar, berair dan mateng di pohon. Kalau nggak yakin organik, kupas saja kulitnya. Dicuci bersih. Dimakan dalam keadaan perut kosong," saran Erikar saat ditemui wolipop di Tebet Green Mall, Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan belum lama ini.

Kenapa harus perut kosong? Mengonsumsi buah setelah makan makanan berat akan mengganggu kesehatan. "Buah yang dikonsumsi setekah makan akan mengubah buah menjadi racun tak berguna untuk tubuh. Lagipula akan merusak apa yang telah dimakan," tulis Erikar dalam bukunya.

Buah sebaiknya juga hasil matang di pohon karena buah jenis tersebut kandungan gula buahnya sederhana. Buah tersebut enzim cernanya juga sudah lengkap sehingga tidak harus dicerna oleh lambung.

Saat mengonsumsi buah, makanlah dengan perlahan agar tersentuh air liur sehingga tercerna sempurna. Konsumsi buah selain dengan dipotong juga bisa dilumatkan dengan juicer atau blender. Kemudian makan buah atau minum jus buah tersebut dengan perlahan agar fructose (gula buah) tidak membuat lonjakan gula dalam tubuh secara mendadak.

Sifat buah yang cepat membuat kenyang juga mudah lapar. Oleh karena itu Anda disarankan melakukan sarapan buah ini secara repetitif atau berulang. Lakukan mulai di pagi hari hingga jelang makan siang agar tidak terganggu rasa lapar.

"Hindari buah yang asam agar perut tidak sakit. Dan terakhir jangan stres agar asam lambung tidak naik," pungkas Erikar.

(sumber : wolipop.com)






Nah, hari ini baru mulai deh...
Sarapan pagi : buah2an, apel manalagi, apel merah, pear
Makan Siang : Nasi, Sayur Asem , Tempe goreng
Snack Sore : Es Kelapa Muda
Makan Malam : Sayur Asem lagi, ayam Goreng (masih rencana)
Semoga hari ini bisa berhasil...Doakan ya Teman, Bu-ibu, Mak-emak